Tampilkan postingan dengan label Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Heart. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Padam

Bismillahirrahmanirrahim,

Mata sang mawar Penuh semangat itupun harus tergolek lemah dengan jarum yang melekat, dan alat-alat elektronik yang memantau keadaannya.

bip..bip..bip

Mawar merasa lemah, tapi mawar masih ingin hidup
alat-alat medis yang mawar tak tahu namanya
Selain Izin Tuhan, semangat dan secara medis itu yang membuat mawar bisa bertahan

Namun,

Mawar tak ingin membuat Emak menangis
Mawar tak ingin membuat Abah bertambah pusing

Kamis, 11 April 2013

Mata Sang Mawar

Terjadi disekitar rumah di Bandung, menurut cerita ibu di rumah. 

Daerah tempatku tinggal bukanlah sebuah perumahan mewah, atau komplek perumahan, daerahku tinggal masih bisa dikatakan kampung (walau tak kampung seperti bayangan di acara televisi Bolang, namun waktu kecil dahulu memang masih banyak sawah dan tanah lapang).


Tak jauh dari rumah ada sebuah jembatan yang menghubungkan RT03 dengan RT 06 sudah tak heran jika saat ini banyak penduduk yang tinggal di bantaran kali ya bahkan untuk kelas perkotaan elit seperti ibukota Indonesia Jakarta. Bandung pun rasanya tak mau kalah dengan trend yang ada di Jakarta. dan sayangnya lingkungan rumahku adalah salah satu yang mengikuti trend jakarta tersebut. ya membangun rumah di bantaran kali. Aku yakin mereka pun sebenarnya tak mau untuk membangun rumah di pinggir kali, namun memang keadaanlah yang memaksa supaya mereka bisa bertahan hidup. 


Senin, 17 Desember 2012

Anti Galih! (Part IV)



Part III

Yah hari itu memang sudah waktunya sang mentari untuk menuju ke tempat peraduannya, mengistirahatkan sinarnya setelah hampir 12 Jam menyinari bumi, saatnya dia berganti tugas dengan sang Bulan untuk memberi sinar temaramnya pada bumi, memberikan cahaya redup namun berarti. 

Aku yang hanya seorang anak perempuan yang sedang berproses menuju  seorang gadis paling menyukai saat-saat ini. Waktu pergantian shift untuk menyinari bumi, Saat matahari hendak menutup sinarnya, dan saat bulan masih enggan untuk memunculkan wajah cantiknya. Temaramnya senja selalu membuat rasa ini bersyukur akan keindahannya, aku pernah berharap bahwa  aku, kamu berada di jalan setapak ini, menyusuri jejak demi jejak yang telah ditinggalkan para penjalan kaki sebelumnya, hamparan gulma yang merunduk (ter) tidur akibat tekanan dari kaki-kaki para pembuka jalan saat itu. Sepuluh, dua puluh gulma terlempar dan tercabut dari tempat dia mencari makan, putus dan patah, terlihat sesosok tanah merah sebagai tempat nya bercengkrama seperti kesepian.  

Jumat, 07 Desember 2012

Anti Galih! (part III)

part II

Namaku Ratna Purwanti, 45 hari sudah aku patah hati 

Mengenang Desember 8 tahun silam, 

ketika pertama kali benih kekaguman bersemi menjadi kuncup rasa yang tidak dapat kudefinisi.

-Pertemuan 4 PMR, Interaksi ke 2 dengan mu-

Hari itu tanggal 25 Desember 2004 ,siang hari 
ada pertandingan baris berbaris dan uji ketangkasan dan kecepatan membuat "dragbar" . Kami dijemur di bawah teriknya panas matahari hanya untuk berlatih kiri-kanan-serong kanan-serong kiri. Pembina dan para senior turut meneriaki kami. Ketika kami tidak kompak dan terkesan bingung dengan perintah yang di komandokan.

"FOKUS dek!!, Komando ada ditangan siapa!"

Teriakan Fokus, seakan menjadi obat kesadaranku agar bisa kembali bertahan dan berdiri tegap diatas teriknya sinar matahari. 2,5 Jam Sudah kami berlatih PBB.

Tuhan maukah Engkau berbaik hati menutupi teriknya matahari dengan awan lembutMu gumamku dalam hati

Hari sabtu di akhir tahun 2004 ketika dibelahan dunia lain salju sudah mulai turun, keceriaan akan libur panjang sudah mulai menanti. Sedangkan aku terjebak disini berkutat dengan kegiatan sekolah yang tidak kenal tanggal merah, berpeluh dibawah teriknya panas matahari.

Kemudian,

"Komando saya ambil alih!"

aku yang mematung bersikap tegap sempurna melihat lurus kedepan tanpa bisa menolehkan kepalaku ke arah sumber suara, Khawatir akan mendapat teguran dari para senior dan pembina, lirikan mata mulai liar ke kiri ke kanan untuk mencari sumber suara dengan posisi tetap tegap sempurna.

"istirahat di tempat, grak!"

Tapi tanpa aku harus menoleh pun aku hafal suara siapa itu.

"capek adik-adik sekalian?"
Suaranya tegas namun ada kesan kelembutan disetiap huruf yang dia ucapkan.

"capeek"jawaban kompak
"baik, silahkan duduk"
"terimakasih kak" kami serempak menjawab

Pembina pun mengambil alih komando dan menyampaikan esensi dari latihan baris berbaris. Mulai dari kedisplinan terhadap diri sendiri hingga kekompakan sebuah tim, ditengah kakak pembina sedang asyik menyampaikan petuahnya,  tiba-tiba kepalaku berputar hingga 360 derajat, pandanganku mulai kabur, diri serasa melayang dan lalu semuanya gelap! aku yang hanya seorang gadis ringkih, yang memang jarang mengikuti aktivitas fisik, 3 jam lebih dijemur di teriknya sinar matahari terik itu ternyata melebihi batas daya tahan tubuhku. Aku tak sadarkan diri.

Gelap, Panas..
dimana aku?!
Cahaya apa itu, berlari aku mendekatinya
Semakin dekat..semakin dekat
Semilir angin sejuk menyentuh kulitku
Dingin nyaman
Tiba-tiba ada bau yang amat menyengat hidungku
Bau apa ini?!

"Hai ..sudah bangun kah?"
Aku yang masih sayup-sayup setengah tersadar dari ketidaksadaranku.
"mmhh..di dimana ini?"manjaku
"kamu ada di UKS anti"

Perlahan dengan sulit kubuka mata ini, berat amat berat, awalnya pandanganku kabur, namun perlahan mataku dapat terbuka sempurna dan penglihatanku mulai pulih, dan betapa terkejutnya aku dia...dia..dia ada tepat ada di depanku, jarak kami tidak lebih dari 1 meter. Sontak aku panik, seluruh kesadaranku tiba-tiba pulih, rasa lemas itu pun tergantikan dengan derasnya aliran adrenalin yang mengalir dalam tubuhku. wajahku yang pucat pasi berganti menjadi merah mendidih. Degupan jantung makin keras..berfrekuensi tinggi layaknya irama penabuh drum dalam musik Rock.

Tuhan..jagalah jantung ini tetap di tempatnya

"eh..Kak Galih..kenapa anti ada di UKS kak" tanyaku dengan suara parau khas bangun tidur
"iya kamu tadi pingsan, hampir 3 jam kamu tak sadarkan diri"
"ti..tiga jam kak?"serakku sambil menelan ludah
"iya, makanya terpaksa aku beri kau revanol, iya itu obat yang mempunyai bau khas amonia, emmang biasa digunakan untuk menyadarkan orang yang sedang tidak sadarkan diri, kau tahu itu kan, sepertinya pernah di bahas pada minggu lalu"

Apalah ini, aku yang baru pulih dari ketidaksadaran diri, tiba-tiba mendapat ceramah tentang revanol..Tuhan mahluk yang engkau ciptakan bernama lelaki ini memang kurang perasa.

"i..iya kak, anti paham kok, lalu siapa yang membawaku kesini?'
"Aku"
"HAH!..k..kk..kakak yang bawa anti kesini? di gendong kakak?"

Degupan jantung makin terasa ingin lepas dari dada ini, sesak, senang, bercampur aduk, Tuhan kejutan apa yang ingin kau sampaikan padaku hari ini, Aku tidak pernah meminta banyak, berbicara dengannya saja walau hanya 2 patah kata sudah cukup bagiku, ini dia menggendongku membawaku menuju Ruang kesehatan. Entah apa yang ingin kuucapkan terima kasih tuhan.

"iya aku yang menyuruh senior wanita untuk menggendongmu kemari"
"o..o..ohh" Nada kurang tertatik

Tuhan kenapa kau menciptakan mahluk yang bernama laki-laki

"lalu kakak-kakak dan teman-teman yang lain kemana?'
"sudah pulang"
"kakak pembina?"
"sudah pulang juga" nada sekenanya
"tega sekali mereka meninggalkanku disini sendiri"
"kan ada aku" nada seenaknya

Serasa ada aliran listrik menyengat 
Dunia bagai terjungkat
Terbalik dan tersengat



Tiga kata sederhana
kau lontar sekenanya
untukku artinya tak pernah sederhana
menjebol lubang kecil menjadi menganga


Tersipu ku

malu ku
bahagia ku


Kisah ini akan dilanjut di episode ke empat..semoga ada yang setia ngikutin ya..
o iya mohon masukkannya sungguh deh :D

Part IV

Senin, 03 Desember 2012

Anti Galih! (Part II)


Part I
Hari pertama ku bergabung dengan PMR
Dengan gontai dan tidak bersemangat,kuayunkan kaki ini untuk mengikuti kegiatan pertama di PMR, itulah pertama kali aku melihatmu, Seorang yang berparas lembut namun berkarakter. mata sayumu membuat lidahku kelu, tutur katamu  mengalir  begitu menghargai lawan bicara namun tegas. Tepat disaat itu pula percikan rasa yang tidak terdefinisi mulai menelisik ruang-ruang kosong. 

Anti Galih! (part I)

hari ini hari kedua di bulan Desember

itu berarti tepat 45 hari kami memutuskan untuk mengakhiri kisah kami, bukan karena kami tidak saling menyayangi, bukan ..bukan itu..

Jumat, 09 November 2012

Bloofers, kasih aku kejutan lagi!! (dan lagi)!!!


Bimillahirrahmanirrahim

Hi Blog,

yeahh hari pertama di awal bulan, biasanya orang-orang akan banyak mengucap harapan Be nice to me (sebut nama bulan dari mulai januari sampe Desember) atau moga" di bulan yang baru ini aku bisa bla..bla..bla..  yah harapan manusia ketika menatap bulan baru adalah sama halnya ketika memandang sebuah lembaran kertas kosong tanpa noda tanpa bekas tinta dan berharap bahwa tinta yang tergores diatas kertas itu adalah tinta emas, bukan tinta merah ataupun corat-coretan warna

Minggu, 04 November 2012

Nice to meet you

Bismillahirrahmanirrahim,


Hi blog..

klarifikasi KOPDAK ya,

yah kemarin sempet ngadain KOPDAK (ni istilah sya colong dr blongnya oma Bonitz) iya, berawal dari usul dek rumi hari kamis minggu lalu untuk ngusulin ketemuan namun ternyata ga bisa karena sang artis populer dan gahul (dikalangan bloofer) nan senior yang selalu mengaku muda ga bisa karena ada tugas kantor ke bandung.rh tapi pada tanggal yg ditentuka ni oma-oma gahul ternyata ga jadi and terjebak d JKT katanya sih lagi kurang sehat dan lgi ada di RS bilangan Pluit sana (#prayForOma GWS oma), nah dalam rangka nyemangatin orang yg lagi sakit maka diadakan lah KOPDAK ini dan sekalian memnuhi keinginan hati dek Rumi, eh ternyata malah yg pengen ketemuan ga dateng hajuhh..karena katanya si smartless phonenya lg eror.

Senin, 29 Oktober 2012

Halal Bi halal Bloofers regional Bandung #Chapter 4 (The Acquaintanceship)


Nah setelah lama mengendap dan berdebu di Draft tuilsan akhirnya sempet juga mengeluarkannya disini..o iya ini sekuel lho..#Chapter 1 (The Preparation), #Chapter 2 (The Journey),#Chapter 3 (The Waiting)


10.15
                Kami siap pun berangkat, para bloogrils ikut dengan kendaraan yang di bawa mas helmi, sedangkan blooboy masing” pergi dengan menggunakan kendaraan roda dua..aku nebeng motonya kang iik..:) Kami sepakat rombongan roda dua berjalan di depan sedangkan mas helmi dan para bloogirls berada di belakang.  “Brummm..” suara kumpulan mesin motor yang di mulai dipacu oleh para blooboy..diikuti suara deruan mobil putih susu nan unyu dan mungil..ah memang tipe” city car, lincah kecil Nampak akan sangat