Senin, 03 Desember 2012

Anti Galih! (Part II)


Part I
Hari pertama ku bergabung dengan PMR
Dengan gontai dan tidak bersemangat,kuayunkan kaki ini untuk mengikuti kegiatan pertama di PMR, itulah pertama kali aku melihatmu, Seorang yang berparas lembut namun berkarakter. mata sayumu membuat lidahku kelu, tutur katamu  mengalir  begitu menghargai lawan bicara namun tegas. Tepat disaat itu pula percikan rasa yang tidak terdefinisi mulai menelisik ruang-ruang kosong. 


Aku perempuan yang sedang berproses menjadi gadis 
yang mulai ingin belajar banyak hal, ingin mengetahui banyak warna dunia.. 
Aku seekor itik yang sedang berproses menjadi angsa
 memulai merontokkan bulu-bulu kuningku yang lembut namun rapuh, 
untuk berganti menjadi bulu putih yang anggun dan kuat.

Kak Galih..ya begitu kami semua para calon anggota memanggilmu...

"Kak Galih" ada getaran yang menggelitik ketika ku ucapkan nama panggilan itu, hati, tangan, dan dada ku berdegup, seperti ada desir-desir angin yang menelisik, seperti ada sengatan listrik yang membuat aku tersentak, namun ingin merasakannya kembali..


Aku hanyalah seorang anak perempuan kecil, pemalu dan tidak menarik ya karena hormon pertumbuhanku telat setidaknya itu yang selalu kukatakan dan kuyakinkan pada diri, mungkin saat ini aku masihlah itik yang buruk rupa dan tidak menarik, tapi suatu waktu aku yakin aku akan berubah menjadi angsa yang anggun. Keyakinan ini semakin kuat ketika aku bertemu dengannya, sesosok pria yang akan mengubah hidupku, memberiku arti, arah dan tujuan.


KAU, seorang laki-laki gagah nan bersinar di seantero Sekolah ini, Bukan..bukan kekayaan mu yang membuat banyak orang terpikat justru karena kesahajaanmu, otakmu yang pintar, perangaimu yang ramah pada setiap orang, senyummu yang selalu terkembang. Aku bagaikan fans-fans kacangan yang mengantri hanya untuk sekedar melihatmu tersenyum. 

Makna terangkum rasa
Melalui tatapan mata 
Melalui desahan kata
Ingin aku terasa ADA

Baru pertama kali di hidupku aku amat sangat menunggu hari sabtu, hari khusus ekstrakulikuler, hari khusus bertemu..Kamu

Hari ini adalah pertemuan ketiga di Bulan Desember, Ketika sesuatu terjadi yang membuatku ingin bersorak dan melompat kegirangan.

"Anti"
"iya ada apa" jawabku manja 

Sontak aku terhenyak ketika membalikkan badanku ternyata, Dia yang memanggilku, memanggil nama kecil ku, nama manja ku

"eh..kk..kak..Galih" jawabku lirih sembari menundukkan kepala

apa ini, ada rasa berdesir halus, menggetarkan seluruh raga, setiap nama itu kusebut, membayangkan dalam khayalku saja sudah cukup membuatku tersenyum, Menyebutnya saja sudah cukup membuat seluruh badan dan otakku kaku. Saat ini aku berbicara berdua dengannya, ya hanya aku dan dia. Dua ruang dimensi yang berbeda jutaan cahaya dan dihubungkan secara misterius oleh lubah cacing yang memangkas jarak itu menjadi d e k a t.. t e r l a l u  d e k a t  

"kamu Anti kan..Anti dari kelas 1-8, yang sabtu lalu menjadi korban patah tulang di bagian tulang pengumpil, dan tulang paha itu kan? yang sempat terjatuh diatas lumpur sewaktu diangkut oleh drakbar"


Aduhh kenapa dia ingat kejadian yang memalukan itu


"i..iya kak"
Seluruh aliran darah seakan terpompa menuju wajahku, panas!! Kulitku yang terhitung putih pun berubah menjadi merah, merah padam seperti kepiting yang selesai direbus. malu yang teramat sangat 

"ah biarkanlah kejadian kemarin itu tak perlu kamu terlalu memikirkannya"
"ah iya kak, a..a..anti juga tidak memikirkan kejadian itu"
"oh bagus kalau begitu, kakak khawatir kamu jadi malas untuk datang ke latihan kita minggu ini"
"Tidak kak, anti tetep datang minggu ini kok" 
Sembari mendongakkan kepalaku mencoba menggurat segaris senyum sambil menatap semburat wajahmu yang ingin ku kenang dalam memoriku, melihat langsung menuju mata sayumu yang meneduhkan

"baiklah, kakak duluan ya"

Singkat dan memang tidak ada yang spesial, tidak lebih dari percakapan ketua PMR yang ingin menyemangati anggota baru yang mengalami insiden yang memalukan, namun kamu tahu untukku percakapan biasa itu lebih dari sekedar biasa.

Desir hati dan tekanan rasa membuat tiap huruf yang kau ucap begitu istimewa, begitu terangkai indah. pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di awan logikaku pun dijawab olehnya desir hati

"Kenapa kau perduli padaku?" karena dia perhatian padamu 
"Kenapa kau menyapaku saat ku sedang sendiri? Karena dia diam-diam mengamatimu "
"Kenapa kau..". 

Logikaku pun muncul dan membuatnya menjadi sederhana. Percakapan itu tidak lebih dari seorang ketua yang perduli pada anggota barunya (titik).

Namun ada pertanyaan yang menggantung di langit hati dan logika ku tak mampu menjawabnya Kenapa kau memanggilku dengan nama kecilku? Nama yang tak banyak orang yang tahu, panggilan spesial untukku

(end of part I1) will be continued ? (i don't know)

9 komentar:

  1. lebih berasa dari fiksi perdananya.
    mungkin inilah yang namanya proses, seperti _anti yang merasa akan jadi angsa dari seekor itik._ #yang ini sedikit gmn... biasanya yang bermetamorfosa itu capung ama kupu-kupu, hee.. ^^

    yup, selamat menaiki anak tangga berikutnya, dan ditunggu fiksi-fiksi selanjutnya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuhu..terima kasih masukannya kemaren ya suhu..eh ditunggu masukan lainnya :3

      Hapus
  2. saya suka dengan pemilihan kata dan kalimatnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhmadulillah kalo bgtu..sering..sering main kesini ya :D

      Hapus
  3. Waaah, keren kak :)
    Lebih mengalir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waow..asyik..jadi makin semangat nulis :3

      Hapus
  4. terlalu singkat,.. padahal mulai menikmati...
    nice Opaaa.. terhanyut saya... ^^

    BalasHapus
  5. Ditunggu episode selanjutnya yaaa..

    Kental terasa perasaan menyembunyikan rasa nya di sana. Perasan malu-malu.. Juga kombinasi "kata hati" dan cerita yang mengalir kang Adi. Nice. Wuaaahhhh... seperti mba Liyan, selamat mendaki tangga-tangga dalam perjalanan proses mu. Dunia literasi, ada manfaat tersendiri di sana. Temukan, bersama dengan karakteristik dirimu. #eaaa

    BalasHapus
  6. Cuman, kebanyakan yang saya perhatikan, bagian percakapan itu, selalu dibuat tersendiri paragrafnya kang,, ;)

    BalasHapus