Bismillahirrahmanirrahim,
Mata sang mawar Penuh semangat itupun harus tergolek lemah dengan jarum yang melekat, dan alat-alat elektronik yang memantau keadaannya.
bip..bip..bip
Mawar merasa lemah, tapi mawar masih ingin hidup
alat-alat medis yang mawar tak tahu namanya
Selain Izin Tuhan, semangat dan secara medis itu yang membuat mawar bisa bertahan
Namun,
Mawar tak ingin membuat Emak menangis
Mawar tak ingin membuat Abah bertambah pusing
Tampilkan postingan dengan label Hear. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hear. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 April 2013
Kamis, 11 April 2013
Mata Sang Mawar
Terjadi disekitar rumah di Bandung, menurut cerita ibu di rumah.
Daerah tempatku tinggal bukanlah sebuah perumahan mewah, atau komplek perumahan, daerahku tinggal masih bisa dikatakan kampung (walau tak kampung seperti bayangan di acara televisi Bolang, namun waktu kecil dahulu memang masih banyak sawah dan tanah lapang).
Tak jauh dari rumah ada sebuah jembatan yang menghubungkan RT03 dengan RT 06 sudah tak heran jika saat ini banyak penduduk yang tinggal di bantaran kali ya bahkan untuk kelas perkotaan elit seperti ibukota Indonesia Jakarta. Bandung pun rasanya tak mau kalah dengan trend yang ada di Jakarta. dan sayangnya lingkungan rumahku adalah salah satu yang mengikuti trend jakarta tersebut. ya membangun rumah di bantaran kali. Aku yakin mereka pun sebenarnya tak mau untuk membangun rumah di pinggir kali, namun memang keadaanlah yang memaksa supaya mereka bisa bertahan hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)