Rabu, 02 Mei 2012

curat-coret tentang nikah..


Tulisanku tahun 2009 heheh lucu inget kejadian kenapa aku nulis ini..hmm bolehlah di recycle, semoga menjadi manfaat..

wahh liat ga di TV tadi ternyata kejadian hari minggu di DT tampil lo di berbagai stasiun TV terutama sih di acara2 infotaiment…Seruu bararti bertambah deh temen ku yang dah nikah lo di hitung2 temen2 seangkatan ku yang dah berani ambil resiko buat mengarungi kehidupan secara nyata dan mandiri sudah ada 6 orang. namun memang sih kesemuanya adalah akhwat..pertanyaannya kenapa hampir sebagian besar akhwat mau dan sanggup untuk dapat mengambil keputusan besar itu?Trus bagaimana dengan ikhwan?Apa keberanian seorang ikhwan kalah dengan keberanian akhwat?ataukah keputusan yang diambil oleh seorang akhwat hanya berdasar emosi sesaat dan tidak melalui proses logika yang matang(tapi kayanya ga mungkin deh,tapi bisa jadi juga sih)?




trus pertanyaan penting lainnya ayo dong temen2 ku yang ikhwan cepet kirim undangannya…!aku nuggu banget nih ikhwan yang berani dan telah siap hidup mandiri..Maksudnya biar jadi penyemangat diriku juga gitu n bisa jadi raw model juga.heheehehe


ternyata kau tuh bukan orang yang bisa berkembang sendiri tanpa adanya contoh terlebih dahulu yah (Ngomong ama diri ndiri). Ga cocok nih jadi pionir (ya iyalh cocoknya jadi mentrinir ato rajanir)..hehehehe

soushitte yah bagaimanapun dan siapapun pasti segera ingin menikah ya ga sih..

bayangin aja betapa banyak pahala yang bisa didapat…dulu pandanga2an ma akhwat secara berlebihan, haram; pegangan tangan ma akhwat aja, haram; muji2 akhwat secara berlebihan, banyak mudharatnya; wahh pokonya ga bebas lah..sedangkan saat kita sudah menikah sepertinya kita sudah melewati yang namanya gerbang menuju kebebasan dan gerbang penuh pahala.kenapa??yang dulu asalnya ga boleh tapi asal di niatkan karena Allah insayaalah jadi suatu amalan yang mendapatkan reward dari Allah.contohnya…Memegang tangan istri selagi akan menyebrang, pahala + kasih sayang istri nambah;Memuji istri dan memanggil namanya dengan panggilan yang lembut, pahala + cinta istri akan bertambah + tambahan respect dari mertua; Menatap wajah istri dengan penuh cinta dan setelah itu memujinya, pahala + membuat istri kita tersipu-sipu + menambah kehangatan keluarga; Bekerja membanting tulang untuk memberi nafkah kepada keluarga, pahala + membuat istri tenang bahwa ia tidak salah pilih +tambahan doa dari sang istri untuk suaminya. Jika kita (para ikhwan) wafat pada saat berikhtiar mencari rezeki kita langsung syahid.dan masih banyak keindahan2 yang lain yang cuma bisa didapetin pada pernikahan.
wahhh…. memang menikah itu indah dan memang penuh pahala makanya ada yang bilang bahwa menikah itu adalah 1/2 dari agama. bayangkan berapa banyak ‘gunungan’ dosa yang bisa kita lewati dengan mencari jalan menikah, dan berapa banyak gunungan pahala yang akan kita dapat dengan cara menikah.

Intinya menikah adalah sesuatu hal yang tidak perlu untuk di tunda2.kalo siap ngapain di tunda2. tanya kenapa??

eiittzzzz…..

selain indahnya cerita nikah besar juga lho tanggung jawab yang musti dipikul sama kedua mempelai. contohnya sih sering kita liat di acara2 tv di infotainment,realityshow,and in news.

ok kita bahas 1/1.di infotainment sekarang lagi musimnya pasangan2 yang melanggar janji suci yang telah mereka ucapkan di depan pak penghulu, kebahagiaan yang sudah mereka tebar kepada teman2,rekan2 bisnis,keluarga mereka dengan cara pergi menuju pengadilan agama untuk memutuskan cerai. Nikah, untuk menyatukan kedua insan yang berbeda sama sekali di dalam sebuah perahu, berlayar mengarungi samudra kehidupan dengan tujuan ridho ALLAH, dan bukan untuk melanggar kesucian janji yang sudah diucapkan dan berhenti berlayar seblum kita tiba di tujuan kan karena cerai adalah sesuatu hal yang halal tapi sangat DIBENCI oleh Allah.

Makanya nikah itu membutuhkan yang namanya kedewasaan,pengertian,kesetiaan,kepercayaan,cinta dan juga yang paling penting adalah
 IMAN. Kenapa iman yang di cetak tebal karena iman adalah sumber dari kesemuanya.Iman adlah sumber dari kedewasaan,pengertian,kesetiaan,kepercayaan dan cinta. Ingat jodoh mati dan rezeki sudah diatur dan menurutku jodoh adalah istri kita (brati yang belum jadi istri kita belum tentu jodoh kita (red pacar) so buat apa yang ga pasti yang pasti-pasti aja deh :p).Jadi bagaimanapun istri adalah bidadari dunia yang dikirim oleh Allah untuk mendampingi kta dan itulah yang terbaik(NB: tapi jika proses mencarinya dan memilihnya sesuai dengan 4 kriteria yang telah dicontohkan oleh panutan kita Rasulullah SAW dan selalu meminta campur tangan dari sang Maha pencipta dan sang Maha kuasa (red: doa + istikharah))


wallahualam bishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar