Senin, 18 Februari 2013

Cinta Dan Perkawinan Menurut Plato

bismillahirrahmanirrahim

wuaahh sudah lama tidak menulis, draft-draft seperti sudah menggunung, banyak cerpen yang belum terselesaikan, banyak puisi yang hanya judul, ada kisah kopdarnas yang menkarat disana hmm..

ahh biar deh, mungkin sedang sulit mood saja untuk menyelesaikan semua, nanti kalo ada moodnya juga beres kok (kapan?) ya.. kapan-kapannnn :p

nah karena kurang ide dan lagi rada kurang kreatip maka saya copas aja Note Di FB semoga bermanfaat :)


Cinta Dan Perkawinan Menurut Plato



Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

...Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.

Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)"

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.

Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

dapet dari "suratno temen di SMP 9 bdg" 

5 komentar:

  1. note ini sempurna mnyederhnakn pengertian cinta dan perkawinan dgn bhsa yg sngt sederhna tp pas.

    BalasHapus
  2. krang tau knpa ni note bikin ane mampir (lagi) tengh mlm di mari. itu gurunya plato, si socrates bukn?

    kenpa coba, cinta dikonotasikan sbg ladang gandum? lalu prkwinn sebgai hutan yg subur? cinta mngenyangkn? lalu perkwinn penuh mungkinan enth bertmu hewan buas, misi bertahan hidup, mncari knymnana? enthlah. tp bsa jd.

    sy pikir, setiap kli manusia dihdapkn dengan ruang dn waktu dengan sejumlh permsalahannya (termsuk cinta n perkwinn), qt sllu didesain unt peruntungan semampunya. yg nyalinya besar, sepertinya akn lbh sabar mncari n mnemukn.
    bg bbrapa org cinta n perkwinn adlh msalh hti, tp pda knyataannya ada jg yg mnganggpnya brg dagangan, hitung2 untung rugi.

    apa n bgaimna keinginnmu, balik lgi k pilihn. seperti apa dan seberapa siap mmperjuangknnya. diplomatis? mmg iya. knyamanan2 apa sih d dunia ini yg tdk d inginkn manusia? usaha, pasang target dan kejar, setidaknya mmbuat sya lbh baik dan nyaman, bsa mngukur diri. klopun pda akhirnya tdk sesuai harapan pling tdak itu kalah terhormat.

    eh, komennya pnjang ee. hahahaa.. entahlah, opa. tau apa org single ttg perkwinan. tanya si oma bru bener.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahaha ini komen acak-acakan betul, ini pertanda oma achi sedang menuangkan apa yang dirasa..menulis dengan hati yang bergolak untuk menuangkan apa yang dirasa :)

      Hapus
  3. terima kasih sobat atas cerita dan wacananya, mantap..!

    BalasHapus