Rabu, 02 Oktober 2013

Mendurhakai Anak

Oleh Mohammad Fauzil Adhim
Seorang laki-laki datang menghadap Umar bin Khaththab. Ia bermaksud mengadukan anaknya yang telah berbuat durhaka kepadanya dan melupakan hak-hak orangtua. Kemudian Umar mendatangkan anak tersebut dan memberitahukan pengaduan bapaknya. Anak itu bertanya kepada Umar bin Khaththab, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak pun mempunyai hak-hak dari bapaknya?” . “Ya, tentu,” jawab Umar tegas. Anak itu bertanya lagi, “Apakah hak-hak anak itu, wahai Amirul Mukminin?”. “Memilihkan ibunya, memberikan nama yang baik, dan mengajarkan al-Qur’an kepadanya,” jawab Umar menunjukkan. Anak itu berkata mantap, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku belum pernah melakukan satu pun di antara semua hak itu. Ibuku adalah seorang bangsa Ethiopia dari keturunan yang beragama Majusi. Mereka menamakan aku Ju’al (kumbang kelapa), dan ayahku belum pernah mengajarkan satu huruf pun dari al-Kitab (al-Qur’an). “Umar menoleh kepada laki-laki itu, dan berkata tegas, “Engkau telah datang kepadaku mengadukan kedurhakaan anakmu. Padahal, engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu. Engkau pun tidak berbuat baik kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepadamu.”

Senin, 30 September 2013

Tentang Rasa September


September













Senja Di akhir September
- A K U-

Refleksi diri

Bismillahirrahmanirrahiim

hi Blog, long time no see ;p 
actually a lot of posts that became only...draft hundreds maybe.. sorry 



ah mau berbagi hikmah sedikit tentang beberapa hari ke belakang... unik, untuku hikmahnya banyak..

Kemarin (atas izin Alloh)  dipertemukan dengan salah satu komisaris dari suatu perusahaan. dan (atas izin Alloh) aku dimintai tolong untuk dapat mengantarkan beliau pulang dari pabriknya (maklum jarak pabrik ke rumahnya kurang lebih sekitar 120 Km) sehingga dia enggan untuk mengendarrai kendaraannya sendiri, beliau lebih memilih untuk menggunakan angkutan umum (kesan pertamaku beliau sangat low profile untuk seorang komisaris)

Aku mulai membuka pembicaraan dengan mengenalkan nama, dan pembicaraan itu berlanjut mengalir bagai air sehingga 15 Km pertama tak terasa tapi aku harus menghentikan perjalanan dan pembicaraan untuk menunaikan shalat ashar. 

Beliau dengan pelan menegur dengan lembut dik, kenapa tadi kamu enggak solat di pabrik saja? 
lalu saya pun kikuk menjawab iya pak, saya tidak enak hati untuk menumpang solat disana,

seakan mengerti beliau hanya tersenyum, dan mempersilakan saya untuk solat sedangkan beliau hanya menunggu diluar (ah betapa tidak sopannya saya) tapi memang hal itu tetap harus saya lakukan kewajiban saya terhadap Alloh juga tak boleh ditunda lebih lama lagi.

Seusai solat aku mulai banyak berbicara kesana- kemari.  iya begitulah, terkadang aku sering merasa kesepian mengarungi jalanan yang membentang, membelah lautan mobil-mobil.  Saat itu aku hanya merasa senang bahwa aku mempunyai teman seperjalanan. Sungguh aku lupa dengan siapa aku duduk bersebelahan. Aku terlalu senang mendapatkan teman baru.

Dia mulai berbicara dan membuka diri, menceritakan pengalaman - pengalamannya, aku sibuk menyetir, sibuk dengan ceritaku, sibuk dengan Aku dan tidak menaruh interest pada ceritanya. hmm diperjalanan aku sering sekali mendebat apa yang ia katakan, yah menyatakan ketidak setujuanku tanpa tedeng aling-aling. yah mengalir dan mendebat seakan kita adalah satu linting. Untukku yang mulai sadar saat ini itu adalah hal yang salah. seakan melupakan ajaran tatakrama yang sering diajarkan oleh ibu dan bapak dirumah. ah sesal itu memang selalu diakhir. yang yang aku ingat adalah dia seorang pensiunan di AD, dan beliau juga  bercerita bahwa beliau adalah seorang dosen di SESKO AD dengan gelar Master yang pernah berkuliah di ITB dan UGM.   

Tercekat malu ku, ketika dia berbicara background dirinya.. kenapa karena yang kudebat dan kubantah dengan semua argumen cetekku adalah seorang dengan tingkat ilmu yang lebih dan jauh melebihi aku. bukan soal inferioritas, tapi yang kusesalkan adalah pemilihan kata yang kugunakan untuk menanggapi respon yang ada. ingat pesan aa gym " teko akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya, jika didalam teko itu kopi maka yang keluar dari teko pun kopi" 

yah tulisan ini adalah sebuah refleksi logis dari apa yang sudah terjadi, bentuk sebuah pencerminan diri atas akan apa kurangnya kontrol dalam diri. Beruntung kali ini aku bertemu dengan seorang dosen Angkatan Darat, yang merangkap jadi seorang komisaris dengan  tipe orang yang terbuka, lembut dan low profile. 

Lega rasanya ketika beliau menyampaikan bahwa "saya menikmati obrolan tadi dik, kapan-kapan mampirlah kerumah jika ada waktu" walaupun memang mungkin yang beliau katakan adalah sebuah basa-basi dari pengakhir percakapan. setidaknya itu mengurangi rasa yang mengganjal dihati.

Lucunya aku tetiba mengingat percakapan dengan beliau saat ini yang pada saat itu tak kusimak : 

" Dik menikahlah.. janganlah kau menunda, janganlah kau takut, rejeki itu semuanya akan datang mengalir seiring sejalan, contoh saya. saya menikah dengan gaji sebagai perwira yang saat itu hanya Rp 38.000 sedangkan kebutuhan hidup dan harga rumah sudah mencapai Rp200.000. Saya diberi wejangan yang tidak akan pernah saya lupa oleh paman saya yang seorang professor. Memang awalnya pahit tapi jalani saja, rejeki itu mengalir kok sungguh, setelah menikah gaji naik,lalu singkat cerita saya ditawari rumah namun jaraknya jauh dari tempat kerja saya, tapi saya memutuskan mengambil rumah itu, rumah yang terletak di daerah jakarta timur sedangkan saya bertugas di Jakarta utara yang waktu itu belum ada jalan tol, belum ada mobil hanya bermodal angkutan umum. pahit memang tapi toh Alhamdulillahnya istri tidak pernah kelaparan. lalu ketika punya anak ada saja rejekinya, ketika saya ingin kuliah eh disekolahkan di ITB lalu lanjut di UGM, lalu ada tambahan lagi menjadi dosen di tempat sekarang, Dik Menikahlah jika memang sudah ada calonnya, saya bingung dengan anak muda yang terlalu berpikir ini itu, menimbang ini dan itu..lakukan saja..menikah lah..toh apa yang hitungan manusia tidak akan melulu tepat dalam kehidupan ini, contoh ceirta saya tadi bagaimana mungkin gaji Rp38.000 bisa memberi makan 2 mulut.. ada hitungan misterius yang selalu bekerja, tapi yang kauperlukan adalah tahan menghadapi semua, dan menjalaninya dengan sabar." 

"Dik positiflah terus menjadi orang karena Tuhan akan mengabulkan apa yang kamu impikan.." 
yah lalu kutimpali "betul pak Tuhan akan menyesuaikan dengan apa yang hambanya citrakan teringat suatu hadits 'ana inna dzonni abdi bi', maka jika kita harus senantiasa berbaik sangka atas putusan Tuhan.


Perjalanan dawuan - tangerang 
Tentang Rasa September

Senin, 22 Juli 2013

Doa ku pada Mu Rabbku

Ya Rabb.. 

Jika masih ada sedikit kebaikan dariku dan Kau menganggapku telah pantas,
Datangkanlah seseorang yang akan menjadi partnerku mengarungi dakwah ini.
Aku tahu, masih banyak kelemahan diri.
Jika masih ada sedikit kebaikan dan jika apa yang kujaga dari rasa ini, mendatangkan keridhoan-Mu,
Kumohon, datangkanlah padaku 1 dari sekian mujahidah-Mu 
yang mungkin tak pernah ku kenal sebelumnya,
Yang entah dimana, 
yang datang dari jauh, 
yang mungkin aku bahkan tak pernah mendengar namanya.
Sebab, aku ingin mencintainya dengan apa adanya dan berharap dia pun begitu.
Datangkanlah dengan cara yang bersih dan sederhana..
Jika ia jauh, maka dekatkanlah.
Jika ia telah dekat, maka sampaikanlah waktunya.
Rabbi..Engkau Maha Tahu dia ada.
Jika ia ada dan Engkau anggap aku telah pantas..
Datangkanlah qawwam itu..
Yang aku dan dia akan menyempurnakan setengah dien..
Amin..

NB : Pesan dari seorang teman yang aku mencintainya karena Alloh karena kami dipertemukan di jalan da'wah, 
Buat ibu Ozon selamat atas berkahirnya #penantian dan terima kasih kirimannya, sungguh menyejukkan dan menentramkan ,BTW  Setelah kupikir aku akan share ini di Blogku karena doa ini dahsyat dan tulus, khalayak harus banyak yang tahu apalagi yang sedang dihinggapi penyakit 'Hamm' a.k.a galau  
semoga doa ini membantu dalam bersabar #menanti dan #mencari #JodohDuniaAkhirat

Rabu, 10 Juli 2013

Hikmah

dok. pribadi


Bismillahirrahmanirrahim..

Lekukan, garis, titik yang tersusun sedemikian rupa sehingga memberi arti, lalu perintah tanda baca, memantul, dipanjangkan, lebih dipanjangkan, mendengung, harus dibaca jelas  adalah contoh rambu-rambu yang harus ditaati agar makna dan arti tidak melenceng .oh iya belum lagi pengucapan huruf yang asing, sifat dari suatu huruf, bagaimana cara dia dikeluarkan, darimana suara itu berasal, nafasnya berhembus atau ditahan, posisi lidah ..terkesan ruwet, ribet  iya.. begitulah Alloh menciptakan Al Qur'an. dan itulah keistimewaan Al Quran dibanding kitab suci yang lain, yang ditiap huruf ada makna dan di setiap panjang pendek ada arti yang bisa membedakan. Allohuakbar

Hari ini puasa kedua bagiku.. saat yang tepat untuk mencoba akrab kembali dengan panduan hidup yang sering dilupakan. bahkan harus mulai menghalau debu yang menutupi panduan hidup.. ah malu rasanya.
bulan ini aku menjadi lebih bercermin ternyata aku jauh dari panduan hidupku, wajar jika banyak salah arah, wajar ketika diri sering terjebak dalam kondisi sempit dan tersesat atas pilihan diri .. Robbi..ampuni hambamu ini

kumulai bersuci, kuambil kembali buku cinta yang sudah lapuk dan tersimpan disudut mati kamar. kubuka kertas yang sudah mulai menguning itu. kubaca doa agar dijauhkan dari godaan syeitan. lalu aku mulai menyebut nama Robb ku, Penciptaku, Penggengamku, Dzat yang mencintaiku melebihi dari kasih seorang ibu terhadap anaknya. Robb akulah hambaMu, ciptaanMu yang lemah, dhoif dan penuh khilaf.

tak terasa bibir mulai bergerak, pita suara mulai bergetar. Tak terasa mulai kulantunkan rangkaian lekukan, garis, dan titik yang berpadu indah bercipta harmoni. ah inilah bentuk Cinta dari Alloh untuk hambanNya., Harmoni yang begitu syahdu. bayangkan jika dari surat awal ada huruf yang diganti, keharmonian itu akan hilang, rusak. makna yang terjalin pun akan kacau, atau bahkan letak tanda baca panjang pendek dirubah, sungguh keharmonian irama akan hilang. mengutip perkataan seorang sufi" Musik yang paling indah adalah suara tilawah Al qur'an" 

Pernahkah terasa ketika mendengar bacaan tilawah  (misal : dari imam masjid haram  Syeikh Al Ghomidiy), dada rasa bergetar, bulu kuduk berdiri, rasa haru, rasa  sedih dan rasa gembira terlukis jelas dalam guratan hati ? atau minimal bertanya perasaan apa ini? arti dan maknanya pun aku tak mengerti. maka tak heran jika seorang sufi mengatakan musik yang paling indah adalah suara tilawah al qur'an.

Kubaca perlahan, kuteruskan, kuberhenti, ku baca terjemahan dari apa yang kubaca, berusaha masuk, berusaha memahami. 


فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  [البقرة : 152]
“ Maka ingatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu ,Bersyukurlah kepada    Ku  ,Dan janganlah kamu  ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)  

Tersedak ku berhenti, kutatap lamat-lamat arti dari ayat yang kubaca, ku baca artinya berulang-ulang , bukan untuk memahami tapi proses untuk meruntuhkan ego yang sudah berkarat, ego yang sudah mengakar, perasaan sombong, ego yang tak ingin salah. 

ku berkaca, Sungguh arti ayat ini menampar hati yang gersang, betapa sering ku alpa. sering kulupa Robb yang mencipta diri ini. Betapa sering ku ingkari janji yang telah kuucap di alam ketika rohku akan ditiupkan pada seonggok daging yang baru mulai berbentuk. 

Namun Alloh tak juga meninggalkanku, Alloh tak lantas menjatuhkan azab padaku. Alloh masih mengurusku, memberiku oksigen untuk dihirup, memberiku nikmat panca indera yang alhamdulillah Alloh ciptakan lengkap. Sungguh Kasih sayang Alloh melibihi kasih sayang ibu pada anaknya.

DOA
kepada pemeluk teguh

Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

Sumber : http://www.karyapuisi.com/2010/04/doa.html#ixzz2YbrVGq38


Rabu, 26 Juni 2013

Dua Telinga sama dengan CINTA

Bismillahirrahmanirrohim,

Dengan menyebut nama Alloh Rabb Pencipta seluruh alam semesta, Penggengam Setiap mahluk yang diciptakannya, Sang Maha Perencana dan Maha Perhitungan.

Kutipan dari seorang legenda science opa Albert :

"Albert Einstein - "Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.

Intinya adalah hidup itu harus bergerak, bergerak adalah kalimat aktif, mengeluarkan energi jika dilihat dari sistem reaksi kimia maka bergerak adalah sebuah reaksi endotermis yang menghasilkan energi panas bukan reaksi eksotermis yang membutuhkan panas untuk dapat bereaksi. 

Selasa, 11 Juni 2013

Perjalanan (Mengaduk) Rasa.. part 1


Dok. Pribadi

                  
Ah mungkin kalian yang membaca judulnya akan membayangkan kisah yang #ahsudahlah tapi maaf bukan itu yang ingin saya share J (maybe next time :p) yups this was about bloof (again?!) ah memang bloof tak henti”nya mewarnai hari #ngok

Jumat, 24 Mei 2013

Ceria mu tak se Ceria ku

dok. Pribadi

Ceria mu tak se ceria ku

merah muda, hijau biru
kubuat sepenuh hatiku
hanya untukmu 
malaikat-malaikat kecilku

tak peduli onak duri
tak peduli pahit getir
cerah ceria tawamu
itu yang kurindu

walau Ceria mu tak se Ceria ku
tapi bagiku ceria mu
nomer satu

Senin, 29 April 2013

Ku menemukanmu

dok. Pribadi
#repost from G+


di kelamnya penantian ini

aku menemukan mu
iya..
sama seperti perahu itu
Tertambat
Diam 
Tak bergerak
Berlabuh


#halah 

Rabu, 24 April 2013

Padam

Bismillahirrahmanirrahim,

Mata sang mawar Penuh semangat itupun harus tergolek lemah dengan jarum yang melekat, dan alat-alat elektronik yang memantau keadaannya.

bip..bip..bip

Mawar merasa lemah, tapi mawar masih ingin hidup
alat-alat medis yang mawar tak tahu namanya
Selain Izin Tuhan, semangat dan secara medis itu yang membuat mawar bisa bertahan

Namun,

Mawar tak ingin membuat Emak menangis
Mawar tak ingin membuat Abah bertambah pusing